Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Agam, Benni Warlis, Ketua Harian Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen. Pol. (Purn.) Ir. Ary Laksmana Widjaja, S.H., M.Si, unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, serta masyarakat terdampak bencana.
Dalam sambutannya dari Tapanuli Utara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa setiap ujian yang dihadapi bangsa akan membentuk ketangguhan bersama.
“Setiap kali ujian membuat kita semakin tangguh. Arahan Presiden jelas, secepat-cepatnya seluruh unsur bergerak melalui satgas percepatan rehabilitasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain pemulihan infrastruktur, pemerintah pusat juga menyalurkan berbagai bentuk dukungan kepada masyarakat terdampak, mulai dari bantuan non-tunai, santunan ahli waris melalui Kementerian Sosial, hingga pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
Sesuai Instruksi Presiden, pemerintah memberikan stimulan pembangunan kembali rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta dan rusak sedang Rp30 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperbaiki rumah secara mandiri, dengan dukungan berbagai pihak agar kehidupan dapat segera kembali normal.
“Bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan bahwa perjuangan pascabencana merupakan kerja besar yang membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga lembaga swadaya masyarakat.
“Aparatur pemerintah, TNI-Polri, BNPB, Basarnas hingga relawan dari seluruh penjuru negeri mendampingi kita dari awal hingga akhir. Dalam musibah, kita merasakan indahnya persatuan. Allah memperlihatkan bahwa masyarakat Kabupaten Agam tidak sendiri,” ujarnya.
