Beberapa tiang lampu yang sebelumnya berfungsi, kini tidak lagi menyala. Kondisi ini paling terasa di area taman dan wahana permainan anak-anak yang berada di depan perkantoran. Saat malam tiba, kawasan yang seharusnya menjadi ruang publik ramah keluarga justru berubah menjadi area yang kurang nyaman dan berpotensi menimbulkan keresahan.
Pedagang di sekitar lokasi mengungkapkan kekhawatirannya. “Hampir tiap malam saya melihat, seringnya anak muda berkumpul di semak-semak yang gelap,” ujarnya.
Tak hanya lampu yang padam, pagar hidup yang menghiasi taman pun kini kerap dimanfaatkan sebagai tempat duduk pasangan muda-mudi. Aktivitas tersebut dinilai sebagian warga tidak mencerminkan norma sosial dan nilai religius yang selama ini menjadi identitas daerah.
Kondisi ini dinilai berbanding terbalik dengan moto Kabupaten Agam sebagai daerah yang religius dan madani. Warga berharap fasilitas publik yang berada di pusat pemerintahan dapat menjadi contoh ketertiban dan kenyamanan, bukan justru memunculkan keresahan sosial.
Selain persoalan penerangan, gangguan kebisingan juga menjadi keluhan utama. Hampir setiap malam Minggu, suara motor dengan knalpot brong kerap terdengar di sekitar kawasan Kantor Bupati Agam. Deru bising kendaraan tersebut mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, terlebih mayoritas pelakunya merupakan kalangan remaja dan anak muda.
Fenomena ini menimbulkan keprihatinan tersendiri. Di satu sisi, kawasan GOR Rang Agam seharusnya menjadi ruang aktivitas positif bagi generasi muda—tempat berolahraga, berkegiatan sosial, serta membangun kreativitas. Namun di sisi lain, minimnya fasilitas pendukung dan pengawasan justru membuka ruang bagi aktivitas yang kurang produktif.
Masyarakat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Agam bersama aparat terkait segera mengambil langkah konkret. Penambahan dan perbaikan lampu penerangan di seluruh area GOR menjadi kebutuhan mendesak. Di samping itu, penertiban kendaraan berknalpot brong juga dinilai penting guna menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
Warga juga mengajak generasi muda untuk lebih memilih kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masa depan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan GOR Rang Agam kembali menjadi ruang publik yang aman, terang, dan mencerminkan nilai religius serta madani yang dibanggakan Kabupaten Agam.(*)

