![]() |
Bantuan diberikan kepada masyarakat yang tersebar di lima kecamatan, yakni Tanjung Mutiara, Palembayan, Tanjung Raya, Matur, dan IV Koto. Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp1 juta yang pencairannya dilakukan melalui Kantor Pos.
Penyerahan bantuan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd. Lutfi, didampingi Asisten I serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Turut hadir Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Sumatera Barat, Hidayatul Irwan, bersama Sekretaris PMI Kabupaten Agam, Irja Padrianol.
Dalam sambutannya, Sekda Agam Mhd. Lutfi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI atas berbagai bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Kabupaten Agam sejak terjadinya bencana hingga saat ini.
Menurutnya, dukungan PMI menjadi bentuk nyata kepedulian kemanusiaan yang sangat membantu pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat terdampak.
“Bantuan yang diberikan PMI sangat membantu pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Kami merasa tidak sendiri, karena PMI bersama berbagai lembaga lainnya telah berperan aktif membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit dan memulihkan kembali kondisi perekonomian, khususnya bagi warga yang terdampak bencana.
Sementara itu, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Sumatera Barat, Hidayatul Irwan, menjelaskan bahwa program bantuan non tunai ini merupakan bagian dari penyaluran bantuan kemanusiaan PMI yang dilakukan secara serentak di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Bantuan ini bersumber dari dana kemanusiaan yang dihimpun PMI dari masyarakat dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak dan dimanfaatkan sebaik mungkin,” jelasnya.
Program bantuan non tunai tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak pascabencana sekaligus menjadi langkah awal dalam mempercepat proses pemulihan kehidupan warga di daerah terdampak.(Diwarsyah)
