Kab.Agam, CR — Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Tim Pembina Posyandu Kabupaten Agam Tahun 2026 yang dirangkai dengan Bimbingan Teknis Tim Pembina Posyandu, di Ballroom Sakura Syariah Hotel, Kamis (4/6).
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta ini melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, wali nagari, TP PKK, hingga kader Posyandu. Rakor ini menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi, sinkronisasi program, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan Posyandu di Kabupaten Agam.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Agam, Helmitra Rahmaniza, mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Agam memiliki 896 Posyandu yang didukung oleh 4.480 kader yang tersebar di seluruh wilayah. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kader yang belum mendapatkan pelatihan kompetensi dasar maupun asesmen sesuai standar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat evaluasi, sinkronisasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar penyelenggaraan Posyandu semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdian, menegaskan bahwa transformasi Posyandu saat ini telah berkembang menjadi lebih luas dan tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan ibu dan anak. Posyandu kini menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
“Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan dasar kepada masyarakat. Karena itu diperlukan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar transformasi Posyandu dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), Posyandu dituntut mampu melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia (lansia).
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Agam juga menekankan tiga prioritas utama penguatan Posyandu, yakni percepatan penurunan angka stunting pada 31 nagari lokus stunting, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan dan asesmen berkelanjutan, serta penguatan dukungan anggaran dan kelembagaan Posyandu hingga tingkat nagari.
Melalui rakor dan bimbingan teknis ini, Pemerintah Kabupaten Agam menargetkan seluruh 896 Posyandu aktif mampu mengimplementasikan layanan ILP secara optimal. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi, memperkuat kompetensi kader, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar yang lebih merata dan berkelanjutan bagi masyarakat Agam.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah nagari, dan kader Posyandu, Kabupaten Agam optimistis dapat menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.(Diwarsyah)
