Retret ini diikuti sebanyak 546 pimpinan legislatif dari seluruh Indonesia, mulai dari Ketua DPRD tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Mengusung tema “Memperkuat Peran Pimpinan Legislatif Dalam Mensukseskan Program Astacita Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan dan wawasan kebangsaan para wakil rakyat.
Melalui kurikulum intensif yang dirancang oleh Lemhannas RI, para peserta dibekali penguatan karakter kepemimpinan negarawan yang berintegritas, berwawasan global, serta mampu berpikir komprehensif, integral, dan holistik dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan nasional.
Tak hanya itu, retret ini juga menitikberatkan pada sinkronisasi antara program pemerintah pusat dan daerah. Para Ketua DPRD didorong untuk mampu menerjemahkan visi besar Astacita ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Ketua DPRD Agam, H. Ilham, Lc., M.A., mengapresiasi tinggi pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, retret di lingkungan Akmil Magelang menjadi momentum penting dalam menyelaraskan arah pembangunan nasional dengan kebijakan daerah.
“Kegiatan ini sangat efektif untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah melalui peran DPRD terkait arah pembangunan nasional. Selain itu, ini menjadi ajang pengembangan potensi agar pimpinan DPRD lebih kreatif dan kolaboratif dalam memimpin,” ujar Ilham di sela-sela kegiatan.
Ia juga menekankan nilai tambah dari sisi kebersamaan yang terbangun selama retret berlangsung. Interaksi intensif antar pimpinan legislatif dinilai mampu memperkuat jejaring dan sinergi antar daerah.
“Retret ini meningkatkan rasa kebersamaan, ikatan emosional, dan sinergi antar Ketua DPRD se-Indonesia. Kami berharap, sepulangnya dari sini, tercipta sinergi yang lebih kuat antar lembaga legislatif daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, demi kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mencetak pemimpin legislatif yang adaptif, responsif, dan visioner dalam menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. (Diwarsyah)
