Material longsor yang sebelumnya menutup badan jalan kini mulai berhasil dibersihkan, sehingga akses lalu lintas sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, sistem buka tutup masih diberlakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan selama proses pembersihan berlangsung.
Pembersihan material longsor dilakukan oleh personel Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat bersama unsur terkait lainnya di lokasi kejadian. Alat berat terus dioperasikan untuk mempercepat normalisasi jalur penghubung tersebut.
Di sisi lain, Satgas dan Pusdalops BPBD Kabupaten Agam turut memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi melalui penyaluran bantuan logistik. Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, peralatan masak, perlengkapan tidur, hingga pakaian layak pakai.
Kalaksa BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif bersama seluruh unsur terkait dalam penanganan bencana di lapangan.
“Kami bersama tim terus melakukan penanganan, baik pembukaan akses jalan maupun penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan menjadi perhatian serius bagi tim di lapangan. Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar daerah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah.
Upaya penanganan bencana di Sungai Landia hingga kini masih terus dilakukan guna memastikan akses transportasi kembali normal dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik.(Diwarsyah)

