Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, menjelaskan bahwa sejumlah pekerjaan yang bersumber dari anggaran Transfer ke Daerah (TKD), khususnya untuk penanganan dampak bencana hidrometeorologi, saat ini masih berada pada tahap persiapan administrasi dan perencanaan. Ruas jalan yang masuk dalam program ini antara lain Manggopoh–Padang Luar, Matur–Palembayan, Lubuk Basung–Sungai Limau, serta Tiku–Sasak.
Sementara itu, penanganan melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) awal untuk pemeliharaan berkala atau reguler telah mulai dilaksanakan di sejumlah titik. Ruas jalan yang ditangani meliputi Matur–Palembayan, Padang Koto Gadang–Palembayan, Palupuh–Pagadih–Kototinggi, Manggopoh–Padang Luar, hingga Lubuk Basung–Sungai Limau.
Di lapangan, pekerjaan konstruksi saat ini tengah berlangsung pada ruas Koto Malintang–Koto Kaciak–Bayua–Maninjau hingga Kelok 43–44 di kawasan Tanjung Raya, yang dikerjakan oleh pihak kontraktor, PT. ATR. Proyek ini menjadi salah satu fokus penanganan karena memiliki tingkat mobilitas tinggi serta kondisi kerusakan yang membutuhkan penanganan segera.
Selain itu, pemeliharaan rutin juga tetap dilakukan sepanjang tahun guna menjaga kondisi jalan tetap fungsional. Kegiatan ini mencakup penambalan lubang, pembersihan drainase, serta perawatan bahu jalan, seperti yang dilakukan pada ruas Manggopoh–Padang Luar. Langkah ini bertujuan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sembari menunggu perbaikan skala besar terealisasi.
Berdasarkan progres lapangan per 1 Mei 2026, sejumlah titik kerusakan seperti jalan amblas di Sungai Pua dan Palembayan telah berhasil ditangani. Selain itu, pekerjaan juga tengah berlangsung di beberapa titik strategis lainnya, dengan total lima ruas jalan provinsi yang menjadi fokus penanganan tahun ini.
Armizoprades menegaskan, pelaksanaan perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas dan ketersediaan anggaran. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar serta mendukung proses yang sedang berjalan, mengingat sebagian program masih dalam tahap perencanaan dan akan direalisasikan secara berkelanjutan.
“Perbaikan jalan ini membutuhkan proses. Kami berharap masyarakat dapat memahami tahapan yang ada dan bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah diperbaiki,” ujarnya.(Diwarsyah)

